Entreprenuer

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. PRINSIP untuk menjadi seorang PENGUSAHA (BUSINESS OWNER) yang SUKSES, atau agar seorang PENGUSAHA (BUSINESS OWNER) LEBIH SUKSES dalam menjalankan usaha, adalah bahwa PIKIRAN/NALAR/LOGIKA harus AKTIF serta FOKUS kepada kegiatan usaha yang akan dijalankan/dilaksanakan (what to do) dan menyerahkan cara melaksanakannya (how to do) kepada orang lain yang yang disebut EKSEKUTIF.

Atas dasar prinsip tersebut maka yang disebut PENGUSAHA (BUSINESS OWNER) adalah seseorang yang membangun/menyusun suatu “SISTEM BISNIS” berdasarkan POTENSI EKONOMI yang ada disekitarnya dan kemudian menyerahkannya kepada EKSEKUTIF (TENAGA PROFESIONAL di bidang MANAJEMEN) serta TENAGA PROFESIONAL lainnya yang diperlukan untuk melaksanakannya, dengan pengertian:
1) “POTENSI EKONOMI’ adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan sebagai OBJEK USAHA untuk menghasilkan suatu “PRODUK”, sedangkan “PRODUK” adalah barang atau jasa yang dapat memudahkan atau meningkatkan taraf kehidupan bagi pemakainya.
2) Setiap “SISTEM BISNIS” merupakan RANGKAIAN KEGIATAN  (what to do) dalam suatu “Proses Bisnis” yang terpadu, sehingga penyusunannya tidak lain adalah penciptaan lapangan kerja bagi para TENAGA PROFESIONAL yang kemudian akan menentukan cara melaksanakannya (how to do).
3) Seseorang BELUM dapat disebut PENGUSAHA (BUSINESS OWNER), bila:
a. belum menemukan POTENSI EKONOMI yang akan dijadikan OBJEK USAHA;
b. belum berhasil menyusun “SISTEM BISNIS”;
c. belum menemukan EKSEKUTIF (TENAGA PROFESIONAL)  yang akan menjalankan “SISTEM BISNIS”, sehingga masih mempekerjakan diri sendiri (seff-employed);
d. “SISTEM BISNIS” yang dibangun/disusunnya belum menghasilkan REJEKI dalam bentuk pendapatan/uang.

Bila PRINSIP diatas DILANGGAR, yaitu bila seseorang PADA SAAT YANG SAMA MENJADI PENGUSAHA (BUSINESS OWNER) dan SEKALI GUS MENJADI EKSEKUTIF (PEKERJA/PROFESIONAL), maka orang yang bersangkutan TIDAK AKAN DAPAT MELAKUKAN UPAYA SECARA MAKSIMAL, baik dalam MENGEMBANGKAN USAHA (menyusun “Sistem Bisnis”) maupun dalam MENJALANKAN USAHA (melaksanakan “Sistem Bisnis”).

Dengan kata lain bila PRINSIP diatas DILANGGAR, maka konsekwensinya adalah bahwa USAHA TIDAK AKAN BERKEMBANG DENGAN BAIK, padahal seharusnya USAHA MASIH BISA DIKEMBANGKAN MENJADI LEBIH BESAR, serta USAHA TIDAK AKAN DAPAT DIJALANKAN DENGAN LEBIH BAIK, padahal seharusnya bila USAHA DIJALANKAN DENGAN LEBIH BAIK, maka PENDAPATAN akan menjadi LEBIH BESAR.

Bila PRINSIP ini dipegang teguh, maka diharapkan PEKERJA/PROFESIONAL akan BERTAMBAH PROFESIONAL, sedangkan PENGUSAHA akan MENEMUKAN LAGI “POTENSI EKONOMI” YANG LAIN untuk membuka lapangan kerja lagi bagi para PEKERJA/PROFESIONAL yang akan TERUS BERTAMBAH”.

Namun pada kenyataannya BANGSA INI telah memiliki PEKERJA/PROFESIONAL hampir di semua bidang, bahkan banyak yang dimanfaatkan oleh bangsa lain, akan tetapi SANGAT KEKURANGAN PENGUSAHA (BUSINESS OWNER).

Bahkan bila seorang Pengusaha (Business Owner) kemudian menjadi Investor maka yang bersangkutan adalah “the real investor”.
Jadi bangsa ini tidak hanya kekurangan Pengusaha (Business Owner), akan tetapi juga SANGAT kekurangan Investor.
Oleh karena itu jangan biarkan sampai Investor Asing yang menggarap kekayaan tanah air kita ini, sementara SEMUA anak keturunan kita, generasi penerus, hanya menjadi PEKERJA/PROFESIONAL yang kemudian bekerja untuk kepentingan Investor Asing, atau dengan kata lain (maaf) menjadi “KULI” bangsa asing.

Agar nasib bangsa ini menjadi lebih baik, harus SEBANYAK MUNGKIN diantara generasi yang akan datang MENJADI PENGUSAHA (BUSINESS OWNER).

Sistem Pendidikan Nasional yang berjalan sampai sekarang TIDAK MENDUKUNG untuk menumbuhkan Pengusaha (Business Owner) yang dimaksud diatas, sehingga diperlukan lagi Sistem “Pendidikan” (dalam tanda kutip) yang lain yang kami namakan Sistem “Pendidikan Bisnis”.

Bila Anda mengikuti suatu pendidikan (sekolah/kulia/training/workshop) maka Anda akan DIAJARI suatu PENGETAHUAN dan/atau KETERAMPILAN melalui “proses belajar mengajar” oleh seseorang yang dianggap ahlinya (guru/dosen/pelatih/instruktur).
Selama mengikuti suatu pendidikan Anda harus menerima (PASIF) semua yang diajarkan, untuk kemudian kalau perlu menghafalnya dan terutama menguasainya dengan cara berlatih mengerjakan soal-soal dan “PR”.
Konsekwensinya, sadar atau tidak sadar, PIKIRAN/NALAR/LOGIKA menjadi PASIF, artinya harus ada orang lain yang MENGAKTIFKAN, atau ada situasi yang sulit yang sedang terjadi (trying situation) atau kepepet keadaan yang MEMAKSA PIKIRAN/NALAR/LOGIKA untuk AKTIF.
Dengan demikian untuk MENUMBUHKAN Pengusaha (Business Owner) TIDAK MUNGKIN dilakukan melalui Sistem Pendidikan biasa yang dibuat oleh para pakar pendidikan.
MENUMBUHKAN Pengusaha (Business Owner) HANYA DAPAT dilakukan melalui Sistem Pendidikan yang lain yang kami namakan Sistem “Pendidikan Bisnis”.

Disebut Sistem “Pendidikan” (dalam tanda kutip) oleh karena “Pendidikan Bisnis” BUKAN SEKOLAH (formal maupun non-formal)seperti dalam Sistem Pendidikan Nasional yang berjalan sampai sekarang.
Berikanlah PILIHAN kepada anak keturunan kita, generasi penerus, untuk mengikuti “Pendidikan Bisnis” yang kami selenggarakan, ketimbang meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan biaya yang tidak sedikit.

“Menjalankan usaha (bisnis) TIDAK ADA SEKOLAHNYA”, kata para pengusaha pada umumnya.
Suatu kenyataan yang sulit untuk diterima umumnya oleh para pakar pendidikan, apalagi oleh anggota masyarakat pada umumnya, sehingga
 masyarakat pada umumnya masih tetap mengharapkan “Menjalankan usaha (bisnis) HARUS ADA SEKOLAHNYA”.

Masyarakat harus disadarkan bahwa negara ini KEKURANGAN PENGUSAHA (BUSINESS OWNER) dan bahwa walaupun “menjalankan usaha (bisnis) TIDAK ADA SEKOLAHNYA”, akan tetapi  ada “Pendidikan Bisnis” (“pendidikan” dalam tanda kutip) yang  kami selenggarakan dan dapat diikuti oleh mereka yang berminat menjadi Pengusaha (Business Owner).

Bagi Anda yang tertarik untuk IKUT BERPARTISIPASI, BERGOTONG-ROYONG dalam upaya menumbuhkan Pengusaha (Business Owner), atau kami sebut juga “PERBAIKAN NASIB BANGSA MELALUI PENDIDIKAN BISNIS”, baik sebagai PESERTA maupun sebagai PENYELENGGARA, silahkan menghubungi kami, atau sebaiknya datang ke alamat kami,  untuk membicarakannya lebih lanjut.

Wassalam,

“M. A. Dani & Associates”
Jasa Konsultansi dan Pendidikan/Pelatihan Manajemen Bisnis
BERBUAT NYATA dalam rangka “PERBAIKAN NASIB BANGSA MELALUI PENDIDIKAN BISNIS”
Jl. Kampung Melayu Kecil 5, No.3/RT.14/RW.10, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan 12840
Telpon (021) 8303541

__._,_.___

1 comment so far

  1. WURYANANO on

    Wah…mas Darul Makmur juga di bisnis ini ya:
    “M. A. Dani & Associates”
    Jasa Konsultansi dan Pendidikan/Pelatihan Manajemen Bisnis

    Salam,
    Wuryanano

    Betul pak Nano, tapi sayang mau belajar sama pak Nano bagaimana membesarkannya.

    Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: