Kereta Api

Kereta Api
Koran Jakarta, 13 Mei 2012

Naik kereta api…tut…tut…tut Siapa hendak turut Ke Bandung…Surabaya

Masih ingatkah kalian dengan penggalan lirik lagu di atas? Lirik lagu di atas merupakan salah satu lirik yang populer kalian dengarkan dan nyanyikan, baik di sekolah atau pun di lingkungan rumah tempat kalian bermain dan bertumbuh.

Tapi, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, tahukah kalian sejarah dan jenis-jenis kereta api? Kendaraan berbuntut panjang menyerupai ular itu merupakan salah satu moda transportasi utama di dunia, termasuk di Indonesia. Kereta api merupakan kendaraan yang memiliki jalur sendiri, jalur tersebut selanjutnya dikenal dengan sebutan “rel”.

Rel merupakan jalur kereta api yang terbuat dari besi, memiliki panjang yang cukup untuk menghubungkan dari satu tempat ke tempat yang lain (dari satu kota ke kota yang lain). Dengan buntut atau ekor yang panjang, kereta api yang mengangkut barang dan penumpang dalam jumlah besar tersebut dapat berjalan dengan baik di atas rel.

Kereta api terdiri dari lokomotif dan gerbong (rangkaian kereta). Biasanya gerbong tersebut berjumlah lebih dari tiga dengan ukuran yang relatif luas. Dengan demikian, gerbong mampu mengangkut penumpang juga barang dalam jumlah yang tidak sedikit, sehingga, jangan heran, beberapa negara di dunia menjadikan kereta api sebagai moda transportasi publik untuk mengurangi kemacetan, khususnya di kota-kota besar.

Selain menggunakan lokomotif dan gerbong, dalam perjalanannya kereta api menggunakan sistem persinyalan. Sinyal dijadikan sebagai salah satu perangkat vital yang sangat membantu mengontrol perjalanan kereta api, mengetahui kecepatan, dan posisi kereta api. Tidak hanya itu, sinyal juga kerap digunakan untuk membuka kunci jalur rel kereta api. frans ekodhanto

Sejarah
Berawal dari desain kereta kuda untuk menarik rangkaian di jalur khusus dari besi (rel).

Sebelum dikenal sebagai kereta api, dulunya orang-orang menyebutnya kereta kuda. Jenis transportasi yang ditarik oleh kuda (belum menggunakan mesin), dan hanya memiliki satu kereta atau rangkaian. Lalu desain kereta kuda dikembangkan agar bisa menarik lebih dari satu rangkaian di jalur khusus yang terbuat dari besi (rel) dan dinamakan “sepur”.

Tidak lama kemudian, James Watt berhasil menciptakan mesin uap. Temuan tersebut memberikan ide Nicolas Cugnot menciptakan kendaraan beroda tiga dengan bahan bakar uap. Selanjutnya, kendaraan tersebut dikenal dengan sebutan kuda besi.

Selanjutnya, Richard Trevithick menciptakan mesin lokomotif uap yang dirangkaikan dengan kereta. Lalu lokomotif dan kereta tersebut disempurnakan George Stephenson, insinyur asal Inggris, yang berhasil membuat mesin uap yang disebut “Blucher”. Stephenson juga menjadi seseorang yang berjasa dalam pembangunan jalan kereta api umum pertama, Stokton-Darlington, pada 1825. Kemudian pada 1826, dia juga terlibat dalam pembangunan jalan kereta api Liverpool-Manchester yang dibuka pada 1830.

Setelah itu, teknologi transportasi terus berkembang pesat. Michael Faraday mengembangkan motor listrik untuk membuat trem listrik yang menjadi cikal bakal kereta api listrik. Seolah tak mau kalah dari Michael, selanjutnya Rudolf Diesel berhasil menawarkan kereta api dengan penggerak mesin diesel.

Seiring berjalannya waktu, ditemukan kereta api magnet yang memiliki kecepatan lebih kencang dari kereta api biasa.

Jenis-jenis Kereta :
Buah dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perkereta-apian sekarang ini, kita bisa melihat berbagai jenis kereta api. Berikut ini contoh beberapa jenis kereta api yang ada di dunia.

Kereta Api Uap
Kereta api ini biasanya memiliki ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, batu bara, atau minyak bakar sebagai tenaga menggerakkan roda. Jenis kereta ini biasa digunakan masyarakat zaman dahulu, khususnya untuk bidang industri (pengangkut barang) dan penumpang.

Kereta Api Diesel
Kereta api jenis ini menggunakan mesin diesel sebagai tenaga menggerakkan roda. Ada dua jenis utama kereta api diesel ini, yaitu kereta api diesel hidraulik dan kereta api diesel elektrik. Jenis kereta api semacam ini merupakan kereta api yang dapat berjalan dengan bahan bakar mesin dari solar.

Kereta Rel Listrik
Kereta rel yang bergerak dengan sistem pendorong (propulsi) motor listrik. Jenis kereta api semacam ini paling banyak digunakan untuk mengangkut penumpang, di kota-kota besar. Di Indonesia, kereta rel listrik dapat kalian temukan di kawasan Jabodetabek.

Kereta Api Magnet
Kereta api yang juga dikenal Magnetic Levitation ini berjalan dengan menggunakan daya magnet. Kereta api ini hanya akan terangkat dan bergerak sesuai dengan medan magnet sehingga tidak memunyai gesekan yang sangat berarti dengan infrastukturnya. Kereta magnet ini dapat berjalan pada kecepatan yang sangat tinggi.

Kereta Api Rel Konvensional
Jenis kereta api ini memiliki lokomotif tersendiri, yaitu lokomotif yang memiliki roda gigi yang berjalan di atas rel bergerigi yang terdiri dari dua batang besi yang terdapat di bantalan. Di Indonesia, kereta api rel konvensional ini biasa digunakan untuk daerah dataran tinggi, tepatnya di daerah pulau Sumatra.

Kereta Api Monorel (Kereta Api Rel Tunggal)
Jenis kereta api ini relnya hanya memiliki satu batang besi. Monorel biasanya dibuat menggantung pada rel atau di atas rel. Sering digunakan di daerah perkotaan.

Kereta Api Layang
Jenis kereta api ini berjalan di atas tanah dengan bantuan tiang-tiang. Biasanya jenis kereta api ini diciptakan untuk menghindari persilangan sebidang.

Kereta Api Bawah Tanah
Sesuai dengan namanya, jenis kereta api semacam ini merupakan kereta api yang berjalan di bawah permukaan tanah (subway). Jalurnya dibangun di terowongan bawah tanah. Sering dijumpai di kota-kota besar seperti New York, Tokyo, Paris, dan Seoul.

Fakta-fakta
– Sejak pertama kali kereta api dibangun di Indonesia, pada 1867 di Semarang telah memakai lokomotif uap, pada umumnya dengan lokomotif buatan Jerman, Inggris, Amerika Serikat dan Belanda. Paling banyak ialah buatan Jerman.

– Di Hindia Belanda, kereta rel listrik pertama kali dipergunakan untuk menghubungkan Batavia dengan Jatinegara atau Meester Cornelis pada 1925. Pada waktu itu digunakan rangkaian kereta rel listrik sebanyak 2 kereta, yang bisa disambung menjadi 4 kereta, yang dibuat oleh Werkspoor dan Heemaf Hengelo.

– Pada 1950, Pemerintah RI melalui DKA (Djawatan Kereta Api) mengimpor lokomotif uap yang terakhir, yaitu seri D 52 dari pabrik Fried Krupp di Essen, Jerman, sebanyak 100 buah dengan sistem kopel 2-8-2. Lokomotif ini sangat kuat (bertenaga 1.600 HP) dan dipakai di berbagai kebutuhan untuk penumpang, barang, maupun angkutan batu bara.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: