Kanker Rahim itu memang menakutkan-Part 4

Assalamualaikum wr.wb.

Tak terasa tapi nyata, kehadiran penyakit Kanker Rahim itu langsung merubah pola kegiatan keluarga kami, semua kegiatan di prioritaskan dalam usaha pengobatan/penyembuhan, lahir/fisik dan batin/mental/moril. Saya hanya keluar rumah untuk 4 hal :
1. Mencari nafkah, itupun tidak rutin, hanya 3 sd 4 jam sehari, kadang-kadang tidak masuk 2. Ke RS Kanker Dharmais mendampingi Istri berobat
3. Ke Super Market, belanja ringan untuk keperluan dapur, dan
4. Akhir minggu, sambil jogging pagi/sore berkeliaran di taman komplek perumahan atau kebun penduduk disekitarnya, mencari Daun Sirsak yang semakin kami cintai dan rindukan ..

Walaupun ada undangan keberbagai-acara, terutama halal bi halal, dll. terpaksa absen dululah, mudah-mudahan kalau fisik saya sering terlihat oleh istri dirumah, walaupun rambut, kumis dan jenggot saya sudah mulai memutih dan tak sedap lagi dipandang, minimal secara moril bisa memperkuat hati sang istri dalam menghadapi cobaan ini dan membantu mempercepat kesembuhan.

Selasa, 20 September 2011
Ternyata pengobatan dengan metoda Radio-terapi versi “Penyinaran Dalam” tersebut prosesnya cukup panjang, mirip dengan persiapan sewaktu akan menjalani operasi kanker rahim tempo hari, menandakan bahwa proses ini tidaklah ringan dan memerlukan kesiapan tubuh untuk menjalaninya.

Kegiatan hari ini diisi dengan kegiatan pra-radio terapi yang terdiri dari kegiatan konsultasi dengan dokter ahli radio-terapi, dilanjutkan dengan serangkaian pemeriksaan organ tubuh, dan kegiatan ini harus dilanjutkan hari esoknya.

Kami pulang ke Bogor naik Kereta Api, Alhamdulillah sorenya masih sempat mengambil Daun Sirsak di taman umum komplek perumahan Taman Yasmin Sektor VI. Saya harus mendisiplinkan diri soal resep Daun Sirsak yang murah-meriah dan mujarab ini, terutama tentang aplikasinya, mulai dari teknik pengambilan daun sampai kepada cara merebusnya, dan .. harus diminum 1 gelas setiap hari. Mudah-mudahan manjur sebagai obat pendukung.

Malamnya kami kedatangan tamu khusus, Mak Dauik (Firdaus Kasim-A 73) dengan Nyonya yang juga berdomisili di Bogor. Sungguh kami terharu dengan kunjungan yang sangat membesarkan hati ini, bukan hanya sebuah kunjungan sekedar membezuk orang sakit, kami terlibat dalam tukar-menukar informasi positif, mulai dari Kanker dan berbagai hal lainnya, sambil mempererat tali silaturrahim, kunjungan ini memakan waktu sekitar 2 jam, terima kasih Mak Dauik dan Nyonya, sangat menyejukkan hati kami.

Rabu, 21 September 2011
Kembali kami berdua, again .. naik Kereta Api dari Bogor ke Jakarta Tanah Abang, dilanjutkan dengan traveling with Bajaj yang cukup mengasyikkan, kini kami tidak perlu lagi tergesa-gesa, karena kegiatan pemeriksaan lanjutan baru dimulai setelah pukul 09.00 WIB.

Disamping RS Kanker Dharmais, ketika turun dari Bajaj, tanpa sengaja mata saya melihat anakan pohon Sirsak dijual dipinggir jalan, baru setinggi sekitar 60 cm masih dalam pot, tentunya saya berminat keras untuk membelinya untuk ditanam dirumah, ini namanya rezeki kecil-kecilan .. OK next Friday lah, akan saya boyong ke Bogor, ketika saya datang kesana membawa mobil sendiri.

Kegiatan pemeriksaan hari ini berakhir sekitar pukul 13.30 WIB, dalam bentuk Surat Rekomendasi dari Dokter Ahli Penyakit Dalam, yang menyatakan Ny. Ria Nurcahya Irzal memenuhi syarat untuk menjalani proses Radiasi (Penyidaran Dalam) yang akan berlangsung untuk pertama kali pada hari Jum’at, 23 September 2011.

Pada hari itu, kami juga mengajukan surat permintaan untuk mendapat keringanan/diskon biaya Radio-terapi, mudah-mudah dikabulkan pihak RS Kanker Dharmais.

Kalau anda lewat di depan Komplek Perumahan Taman Yasmin Sektor VI-Bogor, didepannya ada Pujasera yang beroperasi mulai jam 17.00 WIB sampai tengah malam, yang menjual beraneka makanan, mulai dari Pecel Lele, Sate Ayam, Sate Padang, Martabak Manis/Telor, Mie Margonda sampai Seafood, dll .. Sungguh terasa menguntungkan kehadiran pujasera ini, kesinilah kami menggantungkan ketersediaan makanan dirumah selama menjalani kegiatan pengobatan/perawatan ini. Lumayan Oke rasanya dan relatif terjangkau harganya.

Malam Rabu dan malam Kamis ini, saya dapat tidur sangat nyenyak, for the first time since the beginning of Bulan Ramadhan 1432 H, sungguh nikamt dan pulas sampai-sampai saya mengabaikan sejumlah pertandingan sepakbola di tivi, terutama perseteruan klub MU, MC, Chelsea di English Premier League dan Barca serta Real Madrid di La Liga.

Jum’at, 23 September 2011
Kali ini kami kembali berdua ke Jakarta, naik mobil sendiri disubuh yang dingin menjelang musim hujan, dengan kecepatan hanya sekitar 70 km/jam, perlu membawa kendaraan sendiri untuk berjaga-jaga mengingat kami belum tahu dampak “Penyinaran Dalam” terhadap istri saya. Anehnya .. transportasi di Jabotabek ini, kami berangkat dari rumah pukul 04.50 WIB dan sampai di RS Kanker Dharmais Slipi menjelang pukul 06.00 WIB, sepi ing lancar, rame ing macet kata penggemar orang Jawa asal Biaro (Tan Mared A-75), seandainya berangkat dari rumah lewat sedikit dari pukul 05.00 WIB, diperkirakan sampai di Betawi antara pukul 07.00 sd 08.00 WIB.

Ketika membereskan urusan administrasi, kami kaget bercampur senang .. ada diskon sebesar Rp. 2 juta lebih dikit, alias kami cukup membayar Rp. 9 juta untuk 1 x radio-terapi dalam, yang seharusnya Rp.11 jutaan .. Ooh DISKON, I lop yu pul .. kehadiranmu selalu kami nanti-nantikan, betapa rindunya kami mendengar kata-kata DISKON ini, terima kasih RS Kanker Dharmais, terima kasih Dr. Dewi Syafriyeti Soeis Sp.Rad (K), Onk (Rad) alias Uni Yet yang menandatangai surat diskon tersebut.

Masih pukul 08.00 WIB, masih ada waktu untuk membeli anakan pohon Sirsak .. Ketika saya datangi penjualnya, aaahh .. ternyata anakan pohon beringin, sungguh mirip bentuknya, however .. hari ini saya bertekad untuk menguber sampai dapat anakan pohon Sirsak itu di Bogor. Mumpung sedang bersemangat, vivere veri coloso ..

Pukul 08.30 WIB, ketika menunggu didepan kamar Radiasi, saya sempat melihat-lihat peralatan utama Radio-Terapi tsb, bahkan bisa memotret, inilah dia .. sebuah alat berteknologi tinggi, berpenampilan elegan, harapan banyak orang, bahan radio-aktif diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan sinar yang disalurkan melalui ujungnya yang dipakai untuk melawan penyakit kanker, mulai dari mengecilkan sampai menghabiskan kanker berikut akar-akarnya.

Tepat pukul 09.00 WIB, Istri saya dibawah ke kamar bius, sesudah total tidak sadarkan diri, lalu dimulailah proses penyinaran dalam tersebut, ujung kabel alat dimasukkan kedalam vagina, sehingga sang sinar langsung bisa diarahkan secara dekat ke tempat-tempat yang diperlukan, proses penyinaran dalam ini hanya memerlukan waktu 5 menit, proses persiapan dan pemulihan yang cukup lama, pukul 10.30 WIB, Istri saya dibawa kembali keruang istirahat (Namanya : Ruang Pulih), sudah sadar dan bisa tersenyum, tetap manis seperti sebelumnya, dan tidak merasa sakit, mungkin rasa sakitnya terjadi pada saat pelaksanaan sinar-dalam tadi.

Sesudah berpuasa sejak tadi malam, mulai pukul 0.00 WIB, sarapan pagi disiapkan pihak RS Kanker Dharmais dalam bentuk seporsi roti-selai plus air teh hangat, sepertinya cukup lezat, 3 potong kecil roti lenyap keperut Istri dalam beberapa saat.

Kami kembali ke Bogor setelah Jum’atan, dan mampir di Rest Area KM 9.7, Jagorawi arah Jakarta-Bogor, makan siang kali ini terasa sungguh nikmat, mungkin setelah melalui sebuah fase yang (kami perkirakan) menegangkan, ternyata .. berlangsung biasa-biasa saja.

Lalu kami masuk ke Total Fruit Store, ini toko paporit kami, selain menjual aneka buah segar, juga menjual aneka kueh kecil, mulai dari Kastangel, Kacang Mete Pedas, Kacang Mete Tawar, Sagun Bakar, Pisang Sale, Kipang Kacang, dll .. Sure, sangat enak, high quality, lebaran kemaren kami mengandalkan aneka kue kecil + minuman dari toko ini untuk sekedar ikut merayakan lebaran. So .. tidak ada salahnya jika anda juga mampir ditempat ini dalam perjalanan Jakarta-Bogor … Again, KM 9.7, no doubt about taste and quality walaupun agak mahal dikit ..

Sore hari di Bogor, kami membeli 2 batang anakan pohon Sirsak, langsung ditanam di pekarangan rumah dengan pesan .. tumbuh dan cepat besar yaa .. Lalu, ada juga sedikit pengaruh radiasi dalam tadi, terasa sedikit sakit dan mual, tapi segera dapat dinetralisir dengan obat-obat yang tadi kami beli di Apotik Dharmais.

Seperti biasa, kami hitung-hitungan biaya pengobatan, diluar transport, makan siang dll, ternyata .. hari ini mencapai Rp. 9.5 juta, untuk biaya radiasi dalam dan beli obat. Begitu lancar uang mengalir, tak terhentikan, mirip air sungai di Ngarai Sianok yang dikala musim hujan sangat lancar mengalir ke hilir sampai jauh ke Batang Antokan, airnya yang keruh, sekeruh pikiran kami kalau sedang menghitung-hitung biaya pengobatan, baik yang sudah dikeluarkan maupun yang masih diperlukan.

Alhamdulillah .. diatas segala kesulitan moril maupun materil yang menghadang, semangat untuk sembuh tetap terjaga tinggi, ditambah kiriman doa dari berbagai pihak. Lihatlah .. Sabtu sore, selepas magrib, Farid (anak Mak Dauik-Firdaus Kasim-A 74) datang mengantarkan Parsel Buah Segar, ternyata .. dari kelompok milis Lapau Mak Kari IASMA1 BKT, sungguh menyejukkan perhatian yang kami dapatkan, terima kasih kawan-kawan, semoga doa dan pakirinnya mujarab untuk membantu kesembuhan Istri saya.

Bersambung .. ke Part-5

wassalam
Jaka St Mangkuto-74-Bogor

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: