Kanker Rahim itu memang menakutkan Part-2 (Berbagi Pengalaman)

Assalamualaikum wr.wb.

Keika penyakit kanker itu datang, hanya ada 2 tempat untuk mengadu .. Kepada Sang Pencipta, Allah SWT yang maha rahman dan maha rahim dan kepada dokter ahli,

Walaupun ada juga yang mencari pengobatan alternatif (shinse, dukun, dll), namun .. kelihatannya cukup riskan, selama menunggui istri di RS Kanker Dharmais, saya banyak dapat cerita duka langsung dari sejumlah keluarga pasien.

RS Kanker Dharmais (Dharma Istri) diresmikan bulan Oktober 1993 oleh Bapak Presiden Soeharto, RS ini dibangun atas gagasan/prakarsa First Lady Ibu Tien Soeharto, sebagai lanjutan dari pembangunan RS Anak & Bunda (RSAB) Harapan Kita (Kini lebih dikenal dengan RS Jantung Harapan Kita), ide Ibu Tien yang (dulu) terasa glamour banyak ditentang oleh berbagai pihak, kini terasa bermanfaat sebagai RS rujukan nomor wahid di Indonesia, peralatan yang super lengkap dan up to date, biaya yang relatif murah dengan motto .. Melayani secara professional dan ramah …

Disepanjang dinding dan berbagai papan pamer, kita dapat melihat berbagai foto betapa ganasnya serbuan penyakit kanker ke berbagai organ tubuh, saya hanya bisa berharap .. Sebaiknya anda tidak pernah berkunjung kesana, yang artinya anda tidak memiliki sanak keluarga atau famili yang sedang dirawat disana, yang berarti juga anda sekeluarga dilimpahi rakhmat oleh Allah SWT untuk selalu dalam kondisi sehat walafiat.

Minggu, 21 Agustus 2011
Sebuah berita baik datang dari Nining, sudah ada kamar perawatan (cadangan/darurat), silahkan masuk. Sungguh seperti mendapatkan seteguk air ditengah padang pasir.

Senin, 22 Agustus, 2011
Kembali kami sekeluarga menuju RS Kanker Dharmais disubuh yang mulai sibuk, kali ini dengan peralatan yang lebih lengkap tentunya, Al-Qur.an, pakaian, sarung, bantal, dll. Setelah menyelesaikan berbagai urusan administrasi, termasuk pembayaran Uang Jaminan, full and cash/atm, kami memasuki kamar perawatan yang disediakan, bertetangga dengan 3 pasien lainnya, harusnya kamar kelas 2 hanya berisi 2 pasien saja, tapi karena ini kamar darurat yaa .. oke lah, no complain, no argue .. pasrah dan berserah diri, apalagi sedang berpuasa ..

Kami menikmati kemurahan Allah SWT, karena masih stadium zero, istri saya tidak perlu harus menjalani pengobatan pra-operasi, seperti : Radiologi dan atau Kemoterapi, yang kadang-kadang memerlukan waktu sampai sebulan, jadi bisa langsung dioperasi besoknya
Dalam beberapa kesempatan ngobrol ringan dengan pasien tetangga, yang umumnya mengalami kanker payudara atau kanker rahim, ada yang sudah 2 minggu sd 1 bulan dirawat, karena harus menjalani pengobatan awal (Radiasi/Kemoterapi) sebelum dioperasi, of course .. kami merasa sangat beruntung.

Selasa, 23 Agustus 2011
Pukul 08.30 WIB, istri saya dibawa keruang operasi, setelah berdoa dan bersalam-salaman, terasa akan pergi jauh, walaupun ada keyakinan dalam hati, bawa kesembuhan itu akan datang. Kami percaya pada hasil pemeriksaan medis, kami percaya kepada Allah SWT yang maha rahman dan maha rahim.

Alhamdulillah .. Operasi hanya berlangsung 2 jam, cukup singkat sampai pukul 11.00 WIB, pukul 14.00 WIB saya sudah bisa membezuk istri dikamar steril/karantina, dia tersenyum walaupun ada rona sakit diwajah, senyuman yang paling manis yang pernah saya lihat sejak kami bertemu 26 tahun yang lalu, senyum yang bermakna “kembalinya sebuah kehidupan keluarga, our family still alive, real alive, udara yang dihirup terasa semakin nyaman, dada terasa longgar, lapang dan segar, paling tidak dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Oooh Tuhan YMK, apakah ini yang dinamakan ridho dan karuniaMU, apakah ini sebagai pertanda kasih sayang dan kemurahan hatiMU ??.

Disini saya merasakan betapa kecil dan kerdilnya jiwa seorang lelaki, yang secara fisk dan wibawa kelihatan begitu perkasa, sungguh berat membayangkan untuk hidup sendiri, memikul tanggung jawab keluarga dan anak-anak dalam segala bentuk, jasamani dan rohani, betapa besar fungsi, peran moril dan kasih-sayang seorang ibu, terutama dimata anak-anak, sungguh tak tergantikan, sementara saya merasa betapa rapuhnya diri saya .. anak-anak mulai tersenyum dan bercanda, peran ibu memang tak tergantikan, ever and forever ..

Hari Rabu sore, sang istri sudah boleh dipindahkan ke Kamar Perawatan, bergantian kami anak beranak piket menemani, selalu ada hikmah dalam setiap kejadian, selalu ada nilai lebih yang bisa dinikmati selama menghadapi cobaan ini, kami menjadi lebih dekat satu sama lain, sengaja kami tidak memberi tahu handai tolan, kaum kerabat (mohon maaf sebesar-besarnya) karena memang sang pasien memerlukan ketenangana.

Minggu, 28 Agustus 2011
Hari kepulangan itu datang juga, sehebat-hebatnya kamar, fasilitas dan pelayanan rumah sakit, selalu lebih nyaman tidur dirumah sendiri, mungkin faktor psikis yang terasa berat, karena hampir tiap hari ada saja pasien yang dipanggil menghadap Allah YMK, ada taruma dimana-mana, ketika sebuah keranda mayat didorong dilorong-lorong rumah sakit, yang membuat semuanya ingin cepat sembuh, semua ingin cepat pulang kerumah. Dan kami … bisa menikmati indahnya sebuah kepulangan kerumah sendiri, sementara beduk lebaran akan ditabuh tak lama lagi.

Again, karena stadium zero, dampanya selalu lebih baik, sang istri tidak perlu harus menjadi perawatan pasca-operasi (Radiasi/Kemoterapi), orang Jawa selalu merasa beruntung dan berkata .. Untung stadium dini ..

Deposit yang kami bayarkan Rp. 23 juta ternyata dikembalikan sejumlah 3 juta, why .. ?? Again, karena ada diskon khusus sebagai saudara kandung karyawan RS, lumayan buat persiapan lebaran di Bogor, yang kali ini kami persiapkan ala kadarnya saja.

Ketika beduq lebaran ditabuh, ketika takbir dan tahmid dikumandangkan dimalan Ied yang sakral, kali ini kami sekeluarga merasa ada yang berbeda, ada sebuah perasaan bening, tenang dan damai, apakah kami sudah lulus dari cobaan .. ?? At least, kami merasa kehidupan menjadi lebih berarti. Allahuakbar, Allahuakbar, walillahil hamd ..

3. PASCA OPERASI

Untuk sementara kami merasa menjadi pasien dengan status “diacuhkan”, karena tidak ada instruksi apa-apa dari dokter, tapi status ini terasa menyenangkan, yang bisa berarti “tidak ada yang serius sesudah menjalani operasi”.

Namun demikian, kami masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, patologi-anatomi, dan .. 2 hari yang lalu hasilnya sudah keluar, tapi again .. saya tidak mengerti bahasanya, sepintas Nining mengatakan bahwa tidak ada yang serius, mudah-mudahan. Senin, 19 September 2011, kami harus kembali ke RS Kanker Dharmais, untuk konsultasi hasil lab tersebut ..

Seminggu yang lalu, sang nyonya masih tertatih-tatih berjalan, maklum sesudah menjalani operasi besar, sejumlah pihak menyarankan untuk minum air rebusan daun sirsaak (durian bulando), dengan format .. 3 gelas air direbus dengan 10 lembar daun sirsaak yang muda, sampai matang, dan tinggal 1 gelas, lalu diminum tiap hari 1 gelas tersebut .. entah resepnya yang manjur, entah penyakitnya yang mulai sembuh, in fact .. sang nyonya sudah mulai gesit dan tangkas berjalan, anda ingin coba resep tersebut .. ?? Saya fully recommended ..

Mudaha-mudahan bermanfaat, kalaupun kurang manjur tokh .. daun sirsaak itu gratis dan tidak membahayakan kesehatan. Please coba deh, mumpung sekarang lagi ngetrend, apalagi murah-meriah, daun sirsak banyak terdapat dimana-mana, tadi pagi saya patroli sekeliling komplek rumah, dan .. ternyata ada 4 pohon sirsaak yang ditanam di taman komplek, lumayan kaan .. tidak perlu mencari jauh-jauh.

Dari sejumlah senior dan orang pintar, ambo dapek masukan berharga, kira-kira begini ..
Perempuan akan menjadi sensitif dan perlu didampingi ketika :
1. Memasuki masa menopause
2. Mengalami operasi kanker rahim

Selain pada saat melahirkan, 2 kejadian tersebut diatas berhubungan langsung dengan eksistensi seorang porempuan, be careful, dan tentunya saya harus lebih banyak dirumah dan atau mendampingi ketika konsultasi dokter, mohon maklum kalau saya tidak terlihat dalam berbagai acara.

Sakitu dulum kaba dari ambo, kalau ado informasi penting akan ambo lanjuikan.

wassalam

Jaka St Mangkuto-74-Bogor

1 comment so far

  1. Ardi on

    Alhamdulillah seneng rasanya kalo liat suami setia kyk bpk ini…2thumbs up 4u🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: