Kanker Rahim itu memang menakutkan Part-1 (Berbagi Pengalaman)

Assalamualaikum wr.wb.

Tulisan ini saya susun dengan tujuan utama (hanya) untuk berbagi pengalamanan dengan rekan-rekan di IASMA1, berdasarkan pengalaman istri saya sendiri (Ny. Ria Nurcahya Irzal-51 tahun), yang di vonis dokter menderita Kanker Leher Rahim (Servix). Mudah-mudahan bermanfaat juga adanya.

Bismillahirrahmanirrahim

1. INTRODUKSI
Jarum jam menunjukkan pukul 17.10 WIB, hari Jum’at tanggal 5 Agustus 2011, puasa baru berjalan 5 hari, saya sedang terkantuk-kantuk di gerbong kereta api Jakarta-Bogor yang penuh sesak dalam perjalanan rutin pulang kerumah sehabis mencari nafkah, dengan perasaan ringan karena akan menikmati akhir pekan yang nyaman di Bulan Puasa, sebuah SMS masuk di HP, haaa .. dari Nyonya tercinta, yang biasanya memberitahukan menu lezat yang disediakan untuk berbuka puasa .. But, kali ini beritanya lain, mendebarkan, mengejutkan sekaligus mencekam ..

“Papa, tadi sore mama periksa ke Dokter kandungan, karena mengalami “pendarahan” yang tidak berhenti selama 2 minggu lebih, Dokter merekomendasikan untuk diperiksa di RS Kanker Dharmais Jakarta, karena kemungkinan ada indikasi Kanker Rahim, tolong dampingin mama yaa .. astagfirullah”.

Dalam hingar-bingarnya penumpang kereta api, saya tidak bisa membalas SMS tersebut, dan memutuskan untuk mendiskusikan secara mendalam dirumah nanti, namun .. Dalam sisa perjalanan pulang kerumah tersebut pikiran saya sangat kalut, kabur dan, berputar-putar kemana-mana, sejumlah pertanyaan yang tak terjawab muncul berurutan,.. Bukankah kanker itu penyakit yang sulit diobati, akrab dengan penderitaan panjang dan berbiaya mahal, bukankah kanker itu sangat dekat dengan akhir sebuah kehidupan ???,

Saya melamun membayangkan Riska, anak gadis sulung yang sebentar lagi di wisuda di Sekolah Bisnis Prasetya Mulya, lalu teringat Natasha, si centil nomor 2 yang masih semester 5 di Fekon UI, sedangkan Tonny si bungsu baru kelas 1 SMP dan sangat lengket dengan mamanya .. inikah awal sebuah cobaan dari Allah SWT ?? Kalau mungkin, kalau saya boleh meminta, janganlah keluarga kami diberikan cobaan yang berat, perkenankanlah yaa Allah ..

Sekitar pukul 18.30 WIB saya sampai dirumah, dengan hanya meneguk segelas air putih, kami langsung berdiskusi sekeluarga panjang lebar, lalu saya mengontak kakak yang paling tua di Padang (dr. Pelsi Sulaini, DSOG, Onkologi), kesimpulannya .. Kakak menyarankan untuk mengikuti semua prosedur pemeriksaan di RS Kanker Dharmais, sehingga dapat ditentukan stadium penyakit serta terapi medis yang diperlukan, dengan sebuah saran yang menyejukkan .. Kalau harus dioperasi, bawa saja ke Padang/Bukitinggi, biar saya yang mengoperasi .. Banyak-banyak berdoa yaa.

Pikiran saya mulai sedikit terasa ringan, inikah sebuah pertanda kemudahan dariNYA .. ?
2. KONSULTASI DOKTER
Senin, 8 Agustus 2011
Sesudah sahur dan sholat subuh, pukul 05.00 WIB kami berangkat ke Jakarta, aah .. ternyata ada kemudahan tambahan, Natasha lagi libur kuliah, dia yang menyetir, menginat kemampuan menyetir mobil saya sudah menurun sejak mengalami sakit gula dan hipertensi setahun yang lewat .. Sengaja kami berangkat sesubuh ini, untuk menghindari macetnya ibukota, agar dapat nomor pendaftaran pemeriksaan dokter lebih awal, walaupun prakter doker baru dimulai pukul 09.00 WIB.

Bertambah lagi kemudahan yang kami terima, karena Nining (adik ipar saya) bekerja sebagai tenaga ahli laboratorium RS Kanker Dharmais, Slipi, dia yang mengurus semua administrasi pengobatan yang diperlukan, sekitar jam 06.15 WIB kami sampai RS Kanker Dharmais yang megah, apik dan bersih, dengan front office yang mirip lobby hotel bintang-5, aah .. fantastik, ternyata ada toilet yang bersih dengan air mengalir lancar, lalu ada cafe yang menyediakan aneka makanan lokal dan internasional, lumayang buat Istri saya yang terpaksa tidak berpuasa.

Kami mendaftar sebagai pasien baru, dengan biaya Rp. 30.000, dan mendapar giliran No. 3 untuk konsultasi dengan dr. Banbang Dwipoyono, SpOG, Onk. Sementara menunggu, saya mampir ke kantor di Jl. Sudirman, lapor pada Boss, bahwa dalam minggu-minggu ini kegiatan pekerjaan sedikit terganggu, karena harus mendampingi istri.

Hari itu, pemeriksaan dokter berlangsung tidak lama, konsultasi sebentar lalu pemeriksaan laboratorium untuk biopsi, yang hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu 2 sd 3 hari, jam 11.00 WIB semuanya selesai. Kami pulang ke Bogor dengan sejuta tanda-tanya yang tak terjawab.

Kamis, 11 Agustus 2011
Kami menerima hasil pemeriksaan biopsi dari Laboratorium lewat Nining, isinya selembar laporan medis dalam bahasa/istilah kedokteran yang tidak saya pahamii, setelah dikonsultasikan dengan kakak, didapat penjelasan bahwa istri saya menderita kanker leher lahim stadium 0 (zero/awal). Kakak menyarankan untuk dioperasi total, bukan hanya leher rahim (servix) saja yang dibuang tapi berikut rahimnya, supaya dimasa datang tidak berulang lagi.

Dia juga menambahkan .. Kalian sangat beruntung, mendapat tanda-tanda kanker lebih dini .. iyalah, what can I say, selain ikut merasa bersyukur, dengan kepala terasa lebih enteng. Saya jadi teringat kisah duka mantan First Lady Indonesia, Ibu Ainun Habibie, yang tahun lalu tidak tertolong, meninggal di Jerman, karena penyakit kanker rahim yang diderita beliau baru terdeteksi pada stadium yang lebih tinggi (4)

Senin. 15 Agustus 2011
Kembali kami sekeluarga menuju Jakarta, di subuh yang dingin, tapi jalan toll jagorawai sudah mulai ramai, karena jadwal praktek dr. Bambang Dwipoyono hanya hari Senin dan Rabu, sekarang pikiran terasa lebih longgar, mudah-mudahan analisis sang kakak tidak meleset. Alhamdulillah .. ternyata dr. Bambang Dwipoyono juga berpendapat sama .. Istri saya menderita Kanker Leher Rahim Stadium 0 (zero), mudah-mudahan belum menyebar kemana-mana, sebaiknya dioperasi menyeluruh, alias pengangkatan rahim total

Hari Senin dan Selasa kami berada di RS Kanker Dharmais, dalam rangka kegiatan pra-operasi, pemeriksaan sana-sini, a.l., darah, jantung, dll .. Alhamdulillah, semuanya normal dan tidak ada halangan untuk menghadapi operasi. Ada berita baik .. Karena Istri saya keluarga dekat karyawan (kakak kandung Nining), kami mendapat sejumlah diskon dalam berbagai kegiatan pemeriksaan laboratorium.

Rabu, 17 Agustus 2011
Sementara puasa sudah berjalan setengah bulan lebih, disubuh yang dingin kami kembali menuju Jakarta untuk konsultasi dengan membawa berbagai dokumen hasil pemeriksaan laboratorium/medis pra-operasi, selalu bermanfaat datang lebih awal, banyak informasi penting bertebaran di Lobby RS Kanker Dharmais, salah satu yang menurut saya bermanfaat adalah : Periksa Gejala Kanker Rahim Dini, lengkap Rp. 350.000, anda tertarik .. ?? Lalu ada papan Daftar Biaya Rawat Inap plus Kunjungan Dokter, dari yang mewah Rp. 2 juta/malam sampai yang standard Rp. 200 ribu/malam, lalu ada satu lagi informasi yang saya butuhkan, ternyata tidak dipajang secara terbuka, terkait dengan .. Biaya Operasi ??

Pagi itu jam 10.00 WIB, dokter Bambang Dwipoyono mengatakan Istri saya memenuhi syarat untuk dioperasi pengangkatan rahim total, silahkan diurus administrasinya, yang menyangkut Ketersediaan Kamar Perawatan, Jadwal Operasi, Uang Jaminan, dll. Ternyata .. Kami harus menunggu adanya Kamar Perawatan, indikasi bahwa begitu banyaknya pasien RS ini yang dioperasi, yaa Allah yang maha rahman dan maha rahim, begitu banyaknya ummatMu yang menderita, ringankanlah penyakit mereka ..

Dari bagian administrasi, kami dapat informasi penting .. Operasi istri saya ini termasuk tingkat kesultan 6 (mulai tingkat 1 sd 7), ditentukan dari jumlah SDM dan Peralatan yang diperlukan, bukan dari tingkat kesulitan/kegawatan penyakit, biayanya Rp. 19 juta, karena saya memilih kamar perawatn Kelas 2 (Rp. 700.000/hari), maka kami harus membayar uang jaminan Rp. 23.juta, bayar didepan.

Tak terasa airmata saya menetes, biaya tersebut .. Alhamdulillah, masih terjangkau bagi kami, istri saya tidak perlu di operasi di Bukittinggi, yang akan merepotkan kami sekeluarga, dalam hal kesulitan pesawat menjelang Lebaran, anak-anak yang terpaksa ditinggal di Bogor selama Puasa dan Lebaran, saya yang harus cui total bekerja .. sekali lagi, kami memanjatkan doa syukur kepadaNYA, sementara kami harus bersabar menunggu ketersediaan Kamar Perawatan.

Bersambung

wassalam
Jaka St Mangkuto-74-Bogor

1 comment so far

  1. Ny. ida Setiawati on

    Assalammualaikum wrwb.
    Tulisan yg indah dlm berbagi pengalaman kanker rahim
    Saya mencari bagian ke lima dari tulisan ini. Mudah mudshan ibu Ria saat ini dlm keadaan sehat wal afiat,, amiim ya Rabb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: