TDA, Bersama Menebar Rahmat

Hari ini genap tiga tahun TDA berdiri, ya tepat pada tanggal 22 Januari 2006 lalu. Berawal dari blog Pak Roni Yuzirman saat itu yang menulis banyak kisah perjalanan bisnisnya dan beberapa sharing pengalaman dan pengetahuannya di blog tersebut.

Para pembaca blognya yang telah terinspirasi meminta Pak Roni untuk bertemu atau kopi darat sekaligus juga ingin dipertemukan dengan Pak Haji A, yang selalu disebutkan diblog tersebut sebagai tokoh inspiratifnya dan mentor bisnisnya di Tanah Abang.

Pak Roni menjawabnya untuk segera akan dibuatkan pertemuan/talkshow dengan Pak Haji A tersebut. Saya pun dihubungi untuk dicarikan tempat, kemudian saya, Pak Roni beserta istri menuju sebuah hotel untuk melihat ruang pertemuan. Namun Alhamdulillah beberapa pembaca blog akhirnya membantu mencarikan tempat yang lebih sederhana yaitu Pak Hasan Basri dan Pak Hantiar. Serta Ibu Febby Rudiana yang membantu proses pendaftaran para peserta talkshow tersebut.

Talkshow berlangsung di RM Sederhana Rawamangun tepat tanggal 22 Januari 2006 pukul 10.00-12.00 dan dihadiri kurang lebih 40 orang. Pak Haji A yang dimaksud ternyata adalah Pak Haji Alay, seorang
pebisnis garment dari Tanah Abang.

Pada talkshow tersebut Pak Haji menyampaikan tiga pesan bagi yang ingin berbisnis. Pertama, jadilah pemain. Jangan jadi penonton atau pengamat. Sebab, yang mendapat hasil kesuksesan itu bukanlah penonton atau pengamat, tapi pemain.

Kedua, berbisnis itu ibarat mengayuh sepeda. Kita tidak akan pandai bersepeda kalau saat jatuh langsung berhenti. Teruslah mengayuh dan nikmati romantika jatuh bangun dari sepeda itu. Suatu saat kita bahkan akan bisa berakrobat sepeda di atas tali.

Ketiga, bulatkan tekad. Saya harus berbisnis. Apa pun yang terjadi, saya akan tetap berbisnis. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Lebih baik dapat uang satu juta dari keringat sendiri dibandingkan dapat 10 juta tapi tangan kita di bawah alias menerima gaji.

Dari pertemuan tersebut pun Pak Haji langsung memberi tantangan kepada yang hadir, untuk sama-sama berkunjung ke pusat bisnis di Mangga Dua. Dan yang mengejutkan adalah diberikannya tantangan untuk membuka toko di ITC Mangga Dua dan Metro Tanah Abang secara gratis kepada yang ikut kunjungan tersebut.

Dan teman-teman pun menjawab tantangan tersebut, mereka yang mengambil kios di ITC Mangga Dua, yakni Pak Agus Ali, Pak Ipung, Pak Abduh, Pak Joko Purwanto, Pak Bambang, Pak Hertanto Widodo, Pak Iim Rusyamsi, Pak Ari Sudrajat, Pak Roni, Pak Hantiar, Ibu Yulia, Ibu Waru, kemudian mereka yang mengambil kios di Metro Tanah Abang adalah Pak Budi Rahmat, Pak Hasan Basri, Pak Purwoko Widodo, Pak Khairul Yanis, Pak Asrul Iman dan Pak Glen Sompie. Selain mereka yang mengambil kios tersebut, selalu hadir dan aktif di setiap pertemuan di Mangga Dua sejak awal adalah Ibu Febby Rudiana, Pak Joseph Hartanto dan Pak Jamalludin (Surabaya).

Guna menjembatani komunikasi kami tersebut, maka Pak Roni membuat satu milis dengan nama Tangan Di Atas. Beliau menyebutnya Klub Tangan Di Atas. Maka teman-teman yang bergabung di klub ini sejak awal (nama-nama tersebut diatas) adalah bagian dari sejarah pendirian TDA.

Tepat tanggal 25 Januari diadakan pengundian kios dan kemudian tanggal 28 Januari 2006 toko-toko pun mulai dibuka, lebih awal dari tantangan Pak Haji Alay yang memberi waktu tanggal 31 Januari 2006.

Dan kini Komunitas TDA sudah genap tiga tahun. Dan data yang ada di kami terdapat 2509 member di milis dan 4851 member di portal http://tangandiatas.com tersebar di pelosok nusantara.

Sudah banyak member TDA yang berhasil mengikuti tiga pesan penting Pak Haji Alay tersebut diatas. Sekarang pesan Pak Haji Alay tersebut lebih dikembangkan lagi oleh para pendiri TDA menjadi sebuah visi dan misi yang agung. TDA memiliki visi membentuk pengusaha-pengusaha tangguh dan sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban. Sedangkan misinya: (1) Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan. (2) Membentuk 10.000 pengusaha miliader yang tangguh dan sukses sampai tahun 2018. (3) Menciptakan sinerji diantara sesama anggota dan antara anggota dengan pihak lain, berlandaskan prinsip high trust community. (4) Menumbuhkan jiwa sosial dan berbagi di antara anggota. (5) Menciptakan pusat sumber daya bisnis berbasis teknologi.

Selamat untuk TDA, selamat untuk kita semua, semoga kita dapat mewujudkan cita-cita kita bersama.

Terima kasih Pak Roni, Pak Haji Alay dan para pelaku sejarah berdirinya TDA serta para member yang senantiasa mencintai TDA.

Sampai jumpa di Perayaan Ulang Tahun TDA (Milad 3 TDA 2009) pada 28 Februari – 1 Maret 2009 di Jakarta.

Salam Go Double!

Iim Rusyamsi, Presiden TDA, http://iimrusyamsi.com

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: